Pidato: Iman dan Amal Soleh*

Nama               : Ahmad Sahal Humami

NIM                : 091111066

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

الحمد لله الذي أعطانا إيمانا نعمة وهدية والصلاة والسلام على احسن الخلق سيدنا محمد وعلى اله وصحبه أجمعين. اما بعد

Yang saya hormati kepala Lapas Wanita

Yang saya hormati segenap staf Lapas Wanita

Yang saya banggakan ibu-ibu dan mbak-mbak peserta pengajian majlis yang dirahmati Allah

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah menurunkan nikmat dan hidayah berupa iman dan kesehatan sehingga dapat menghadiri majlis ini tanpa halangan apapun.

Sholawat salam mari kita curahkan pada Nabi Muhammad SAW, yang telah menuntun kita dari dari kegelapan kepada kebaikan. Sebagai harapan agar kita termasuk umatnya yang akan mendapatkan syafaatnya sebagai tiket masuk surga.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah.

Ngomong-ngomong soal surga ada dua hal yang sangat menentukan masuk atau tidaknya manusia ke surga, yaitu tema yang akan kita bicarakan hari ini mengenai iman dan amal saleh. Allah telah berfirman dalam surat Al ‘Ashr ayat 1-3:

ΎóÇyèø9$#ur ÇÊÈ   ¨bÎ) z`»|¡SM}$# ’Å”s9 AŽô£äz ÇËÈ   žwÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# (#öq|¹#uqs?ur Èd,ysø9$$Î/ (#öq|¹#uqs?ur Ύö9¢Á9$$Î/ ÇÌÈ

Yang artinya:

1. Demi masa. 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, 3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Jadi ibu-ibu, Allah SWT telah menentukan nasib orang-orang yang akan mengalami kerugian di dunia dan akhiratnya. Agar kita dapat terhindar dari kerugian itu, maka iman adalah solusinya.  lha koq bisa? Ya, karena Rosulullah telah bersabda:

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ ، وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ ، ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَخْرِجُوا مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ .

Ibu-ibu harus ketahui bahwa ada masanya orang mukmin itu bertansmigrasi dari neraka ke surga tergantung frekuensi imannya sewaktu dunia. Iman yang kecil sekalipun akan mengantarkan kita ke surga. Iman itu sangat penting dan menjadi prioritas kita pertama dalam hidup ini untuk menggapai sukses di akhirat nanti.

Lha terus apa iman itu? Iman adalah Membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan. Pertama, Membenarkan dengan hati artinya kita harus meyakini akan hal-hal yang harus diimani dalam rukun iman enam. Kedua, Mengikrarkan dengan lisan artinya kita perkuat iman kita dengan bacaan kalimat syahadat, “asyhadu an La ilaha Illallah, wa ashadu anna Muhammadan Rosulullah”. Mantap.

Yang ketiga, ‘amalun bil arkan atau diamalkan dengan anggota badan. Maksudnya setelah kita meyakini dalam hati kemudian mengungkapkannya lewat lisan, iman harus juga diamalkan, amal ini lho yang dimaksud dengan amal saleh atau perbuatan yang baik. Semisal kita ibadah, berbuat baik pada saudara, tetangga dan lain-lain.

Ibu-ibu dan mbak-mbak yang Rohimakunnallah,

Makanya, tidak heran jika Allah menyertakan iman dengan amal saleh dalam al Qur’an bagaikan dua sejoli yang tak terpisahkan. Di surat al Baqoroh ayat 82 yang berbunyi:

šúïÏ%©!$#ur (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# y7Í´¯»s9’ré& Ü=»ysô¹r& Ïp¨Yyfø9$# ( öNèd $pkŽÏù šcrà$Î#»yz ÇÑËÈ

Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

Ibu-ibu, dari ayat di atas kita tahu bahwa iman dan amal soleh ibarat kunci kita untuk masuk syurga. Jika ibu-ibu tidak bisa memakai kunci ini, maka sangat sulit bagi kita untuk masuk alam yang sangat menyenangkan itu. Sedangkan kunci neraka adalah kemaksiatan. Tinggal pilih surga atau neraka terserah ibu-ibu.

Ada lagunya bu:

Ngaku-ngakune yo uwes iman

Nyatane seneng kemaksiatan

Maka bakal entuk piwalesan, sayang

Neng neraka yo kancane setan.

=

Yen ngakoni podo uwes iman

Diimbangi karo kesalehan

Lan ninggalno kemaksiatan, sayang

Melbu surgo rasane uenak tenan

=

mari kita mantapkan iman kita dengan meninggalkan amalan maksiat, contohnya tidak ghibah, tidak adu domba dan lain-lain. Di samping itu kita juga hiasi iman kita dengan amalan-amalan sholeh, seperti berbuat baik dengan semua orang, bersedekah, beribadah, dan lain-lain.

Demikian celotehan dari saya, mohon maaf kalo banyak salah kata. Karena dai juga manusia yang tak lepas dari salah dan lupa.

Wallahu muwafiq ila aqwamitthoriq.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

—————

*makalah ini disampaikan di kelas PKPA Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang, klo mau copas jangan lupa sertain link sumber ya…mkasih

3 pemikiran pada “Pidato: Iman dan Amal Soleh*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s