Kisah Anang dan Penghuni Surga

Membaca berita entertainmet di suaramerdeka tadi. mata saya tertuju pada halaman pemberitaan anang yang (selalu saja) fenomenal. mulai dari perceraiannya dengan KD, duet dengan Syahrini, bermesraan dengan ashanti, hingga menuai konflik dengan syahrini.

Usai membaca, saya teringat ceramah salah seorang dosen saya H. Abu Rokhmad pada suatu kuliah. Saat itu kami diajak membahas berita apa saja yang bisa dijadikan bahan tulisan, termasuk di dalamnya kabar pernikahan KD dgn Raul Lemos. Dalam berita itu –kata bapak dosen- ternyata terselip nilai Islami.

Di tengah acara pernikahan KD itu, Anang hadir dengan menyanyikan lagu dan didampingi dengan pasangan barunya (Ashanti) dan Aurel. Kejadian ini lantas memberi banyak persepsi bagi masyarakat. Ada yang berpendapat bahwa itu merupakan hal wajar, karena Anang memang berprofesi sebagai penyanyi top. Namun, ada juga yang menanggap bahwa itulah bentuk kekecewaan Anang yang diungkapkannya dengan menggandeng Ashanti.

Terlepas dari hal gosip di atas, dosen saya mengantarkan kami pada kisah seorang sahabat di masa Nabi SAW. Kurang lebih ceritanya seperti ini: Suatu ketika Nabi ditanyai sahabat Ibnu Umar perihal salah seorang yang dijanjikan masuk surga. Nabi menjawab, “Abu Dzar”. Seketika, rasa penasaran ibnu umar muncul, bagaimana bisa Abu Dzar dijanjikan masuk surga?

Untuk menghilangkan rasa penasaran itu, Ibnu umar menginap di rumah Abu Dzar sembari mengamati ibadah-ibadah yang dilakukan Abu Dzar sehari-harinya. Hari demi hari berlalu, Ibnu Dzar merasa tak ada perbedaan antara ibadahnya dan Abu Dzar. Tak tahan dengan penasarannya yang kian mencuat, Ibnu umar menanyakannya kepada Abu Dzar. Ternyata ada satu kelebihan Abu Dzar dalam menjalankan ibadahnya, yaitu memaafkan setiap orang yang pernah khilaf dengannya baik disengaja maupuntidak sebelum menjelang tidur. Itulah mengapa ia dikenal dengan sebutan Abu Dzar Al Ghifari (Abu Dzar yang banyak memohon ampun)

Lalu apa hubungannya dengan Anang? Ada, sosok Anang yang bernyanyi ditengah euforia pernikahan KD –menurut pak dosen- adalah sebuah tindakan memaafkan yang sejatinya sangat sulit dilakukan bagi setiap orang yang merasa terkhianati.

Allahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s